Senin, 09 Januari 2017




Inikah Line-Up Indonesia dalam Leg Pertama Final Piala AFF 2016 vs Thailand?

Akhirnya, yang dinanti-nanti akan tiba Rabu (14/12/2016) besok. Leg pertama final AFF Suzuki Cup 2016 akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, dan mempertemukan Indonesia dengan Thailand. Kali ini, siapa saja yang kira-kira akan dimainkan Alfred Riedl sejak awal pertandingan?
Penjaga gawang: Kurnia Meiga
Sudah tidak ada waktu untuk mengganti posisi kiper utama timnas Indonesia. Kebobolan sembilan gol bukan alasan untuk menggeser posisi Meiga. Pasalnya, pelatih Alfred Riedl memang bukan tipe pelatih yang gemar mengganti ‘The Winning Team’. Hal itu sudah terjadi sejak babak grup di Manila, Filipina. Riedl keukeuh menggunakan formasi 4-4-2 meski Irfan Bachdim, yang masuk dalam skema utama, harus absen karena cedera parah.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/kurnia_meiga_indonesia_aff_2016.jpg?itok=O4T0zLWS
image: http://cloud-video.unrulymedia.com/native/in-art-countdown-icon-128x128x3s.gif?d=1484014489149870006.6837461425

–– ADVERTISEMENT ––
image: http://video.unrulymedia.com/native/opt-out-icon2.png
image: http://video.unrulymedia.com/native/in-art-soundanimation-icon-41x48.gif
Namun, pendukung Indonesia tidak perlu khawatir dengan Meiga. Walau gawangnya gemar kebobolan, tapi penampilan kiper asal Jakarta itu juga menawan. Setidaknya ada tiga peluang Vietnam di leg kedua kemarin yang berhasil dipatahkan Meiga. Kiper Arema Cronus itu juga tampil tenang di bawah mistar gawang Indonesia saat timnas mendapat tekanan hebat dari para pendukung Vietnam. Pengalamannya di timnas juga sangat dibutuhkan dalam laga penting seperti final AFF Suzuki Cup 2016 ini.

Bek kanan: Benny Wahyudi
Benny Wahyudi merupakan pilihan terbaik Riedl di sisi kanan pertahanan Indonesia. Pemain Arema Cronus itu punya stamina yang baik saat bertahan dan menyerang. Dalam urusan menyerang, Benny jadi bisa jadi gacoan Riedl. Umpan-umpan terukurnya berpotensi untuk berujung dengan gol. Namun, Benny juga punya kelemahan saat bertahan. Walau punya stamina yang mumpuni, Benny kerap tertinggal dalam urusan bertahan.
Melawan Thailand, Benny harus tingkatkan konsentrasi dalam bertahan. Pasalnya, Thailand punya sayap kiri yang cepat dan juga punya akurasi umpan yang baik. Theeraton Bunmathan dan Chanathip Songkrasin bakal menjadi lawan Benny di pertandingan nanti. Kemampuan menyerang-bertahan keduanya sudah tak perlu diragukan lagi. Asal Benny bisa disiplin dan mengurangi tekel dua kaki, Theeraton dan Chanathip berpotensi untuk dihentikan pemain asal Malang itu.
Bek tengah: Hansamu Yama Pranata
Dua pertandingan kontra Vietnam menjadi pembuktian Hansamu Yama Pranata sebagai bek tengah papan atas. Sempat diragukan kemampuannya, pemain Barito Putera itu menunjukkan kualitas dirinya dengan mematikan lini depan Vietnam. Tak hanya itu, Hansamu juga bisa menjadi andalan baru timnas dalam hal mencetak gol. Sebuah golnya ke gawang Vietnam di leg pertama membantu Indonesia lolos ke final Piala AFF.
Melawan Vietnam, Hansamu akan berhadapan dengan pemain-pemain Thailand yang punya teknik dan kecepatan tinggi. Mantan bek timnas Indonesia U-19 itu harus bisa mematikan pergerakan Teerasil Dangda dan Charyl Chappuis yang dalam pertandingan melawan Myanmar menjadi motor serangan Negeri Gajah Putih. Hansamu harus konsentrasi penuh, dan bahkan disarankan untuk tidak naik terlalu jauh jika dalam kondisi menyerang. Jika bisa mamatikan kunci permaian Thailand, Hansamu layak medapat label ‘The New Robby Darwis’.
Bek tengah: Fachrudin Aryanto
Posisi Fachrudin Aryanto cukup vital di lini belakang. Pertahanan rapat nan solid, mampu ditunjukkan oleh Fachrudin sejak babak grup. Bek tengah Sriwijaya FC itu adalah pemain disiplin dalam menjaga area wilayahnya. Tak hanya kuat dalam bertahan saja, stamina Fachrudin pun terbilang baik jika memang harus menyerang. Sama seperti Hansamu, Fachrudin juga punya kemampuan mencetak gol memanfaatkan sepak pojok.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/fachruddin_an_tuan_nguyen_aff_2016_indonesia_vietnam_0.jpg?itok=6_IoueNB
Duet Fachrudin dan Hansamu sangat pas untuk mengawal lini belakang timnas Indonesia. Apalagi duet ini sudah terbukti ampuh saat menghadapi teror Vietnam di Hanoi. Jika keduanya mampu menjalin komunikasi dengan baik. Thailand harus cari cara untuk bisa menembus ‘duo jangkung’ di jantung pertahanan Garuda.

Read more at http://www.fourfourtwo.com/id/features/inikah-line-indonesia-dalam-leg-pertama-final-piala-aff-2016-vs-thailand#FMLixofEOkSG8I8U.99
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.
Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio.[1] Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

DURIAN

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.[2]

Botani


Tajuk dan percabangan pohon durian di Cimahpar, Bogor

Penyebaran

Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.
Di Filipina, pusat penghasil durian adalah di daerah Davao di Pulau Mindanao. Festival Kadayawan merupakan perayaan tahunan untuk durian di Davao City.

Pemerian morfologi

Pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim) tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 25–50 m tergantung spesiesnya,[3] pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.
Daun berbentuk jorong hingga lanset, 10-15(-17) cm × 3-4,5(-12,5) cm; terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai; sisi atas berwarna hijau terang, sisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.[4]
Bunga (juga buahnya) muncul langsung dari batang (cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (proximal), berkelompok dalam

Buah Durian
karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, sekitar 2 cm diameternya, bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung sepanjang lk. 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, kira-kira 2× panjang kelopak, berjumlah 5 helai, keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas; kepala putiknya membentuk bongkol, dengan tangkai yang berbulu.[4] Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya.[5] Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya.[3][6]

Bunga durian, keluar langsung dari batang/cabang secara berkelompok
Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm.[4] Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan.
Buah berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian.
Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun").

10 Manfaat Buah Anggur Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit

 

Manfaat anggur sudah terkenal sejak dahulu.  Anggur biasa disantap begitu saja atau sebagai bahan resep masakan atau dijadikan sirup. Di wilayah Eropa sudah dibudidayakan anggur sekitar 6000 tahun yang lalu. Tanaman perdu ini, biasa hidup didaerah dangan intensitas yang cukup tinggi dengan curah hujan yang rendah. Sekitar 60 jenis varietas anggur, dikonsumsi oleh seluruh dunia.
Nilai Gizi Buah Anggur
Anggur memiliki kandungan zat gizi yang baik bagi tubuh.Setiap varietas  anggur memiliki nilai gizi tersendiri, namun secara umum kandungan nutrisi anggur terdiri dari 70 persen air dan 20 persen zat gula, yang menjadikan buah anggur sangat baik untuk metabolisme tubuh. 10 persen zat lain termasuk di dalamnya :

  • Asam galat
  • Glukosida
  • Asam fosfat
  • Mangan
  • zat besi
  • sejumlah vitamin
  • Kalsium
Senyawa lain seperti zat polifenol dan resveratol terkandung dalam anggur yang kita kenal sebagai antioksidan. Kandungan antioksidan anggur menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, untuk mencegah terbentuknya sel penyebab terjadinya kanker.

Manfaat Anggur Mengatasi Berbagai Penyakit

Manfaat anggur mampu mencegah timbulnya penyakit pada tubuh. Berikut ini beberapa contohnya :
1. Sumber Gula Darah Yang Baik
Tidak semu buah memiliki regulasi gula darah, seperti yang terdapat di dalam manfaat buah semangka memiliki kadar glikemik yang cukup tinggi sekitar 70-75, yang tidak terlalu cocok untuk dimakan orang yang memiliki masalah keseimbangan gula darah. Pada buah anggur hanya tersaji sekitar 43-53 kadar glikemik yang menunjukkan kadar glikemik yang rendah. Pada studi yang dikembangkan saat ini, keseimbangan gula darah yang baik ini berkaitan dengan kandungan phytonutrisi di dalam anggur.
2. Bahan Anti Mikroba
Kandungan antioksidan umum seperti piceatannol dan resveratrol, menghasilkan fitonutrien di dalam anggur yang telah banyak dibuktikan sebagai zat anti mikroba. Pada penelitian memang belum menemukan bagaimana zat anti mikroba ini di dapat dari dalam buah anggur. Zat ini membantu tubuh dalam mencegah masalah yang terkait karena mikroba makanan.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Pada penelitian pada buah anggur menunjukkan bahwa kandungan zat resveratrol ini, memiliki kegunaan untuk meningkatkan pelebaran pembuluh darah, yang memberikan kesempatan untuk darah dapat mengalir lebih mudah.
Penelitian tersebut juga  ditunjukkan saat keadaan tubuh yang santai, dengan dinding pembuluh darah yang lebih besar, sehingga menurunkan tekanan darah atau saat  darah mengalir melalui semua area tubuh dengan volume tekanan yang tinggi. hal ini bermanfaat dalam peningkatan oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh.
4. Sumber Vitamin
Buah anggur merah menyediakan sumber vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Setiap satu porsi anggur merah, memberikan sekitar 16 mg vitamin C, sekitar 27 persen dari kebutuhan harian, pada diet 2.000 kalori seperti manfaat jeruk. Sejumlah vitamin lain juga ditemukan seperti :
  • 22 mcg vitamin K (sekitar 28% dari nilai diet harian)
  • 0,4 mg thiamin (27 persen dari nilai harian)
  • vitamin E
  • vitamin A, asam pantotenat
  • vitamin B-6
  • folat
  • beta karoten
  • alpha karoten
Vitamin membantu fungsi proses tubuh berjalan dengan benar yang akan mengurangi risiko masalah kesehatan tertentu.